Berlibur ke Pulau Seribu
Tahun ini sudah dua kali menggunakan transportasi laut. Pertama saat ke Pulau Bawean dan yang kedua kemarin berlibur ke Pulau Seribu. Sebagai orang awam yang menggunakan transportasi laut maka timbul banyak pertanyaan dan tentu saja kecemasan. Saya tidak mengira bahwa armada yang akan membawa saya menyebrang ke Pulau Seribu, lebih tepatnya Pulau Harapan adalah jenis transportasi laut seadanya. Terombang-ambing selama 3 jam tanpa jaminan keselamatan penumpang karena fasilitas yang sangat tidak layak membuat dzikir selama perjalanan. Tetapi hal ini memberi saya kesadaran bahwa masih banyak yang harus kita perhatikan di negri tercinta ini. Kecelakaan memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Namun jika kita sendiri yang memberi ruang tentu ini suatu keteledoran yang nyata. Saya tidak terlalu mempermasalahkan keadaan terminal yang semrawut (tapi kalau bisa lebih diperindah ya sangat lebih bagus) atau tiket yang kurang jelas karena terlalu banyak travel agent. Sungguh lieur melihat...