Postingan

Menonton musik orkestra

Gambar
Photo from Aula Simfonia Jakarta Web I ni latepost banget tapi ada hal yang belum diceritakan. Jadi bagi yang mau nonton musik orkestra perhatikan aturan-aturannya. Kalau melanggar bisa jadi tiket hangus 😱 . Saya nonton musik orkestra di Aula Simfonia Jakarta. Cukup terkejut juga saat tahu Indonesia mempunyai music hall sekece ini. Berasa di Eropa atau luar negeri gitu deh. Meski ga ngerti banget banget musik orkestra apalagi musik klasik tapi ga ada salahnya kita nonton. Dan ternyata asik juga 😊 . Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja beli tiket. Harga termurah untuk umum yaitu Rp. 300.000 tapi kalau beli early bird dapet diskon 20%. Harga lainnya berkisar 500.000 sampai 1.500.000. Jangan takut posisi duduknya ga enak kalau beli tiket yang termurah. Aulanya ga terlalu luas. Jadi nonton dipojok sekali pun kelihatan kok, hehe. Setelah tiket selanjutnya adalah outfit. Sebenernya ga ada aturan untuk memakai pakaian yang seperti apa. Hanya saja sepertinya yang meno...

Berlibur ke Pulau Seribu

Gambar
Tahun ini sudah dua kali menggunakan transportasi laut. Pertama saat ke Pulau Bawean dan yang kedua kemarin berlibur ke Pulau Seribu. Sebagai orang awam yang menggunakan transportasi laut maka timbul banyak pertanyaan dan tentu saja kecemasan. Saya tidak mengira bahwa armada yang akan membawa saya menyebrang ke Pulau Seribu, lebih tepatnya Pulau Harapan adalah jenis transportasi laut seadanya. Terombang-ambing selama 3 jam tanpa jaminan keselamatan penumpang karena fasilitas yang sangat tidak layak membuat dzikir selama perjalanan. Tetapi hal ini memberi saya kesadaran bahwa masih banyak yang harus kita perhatikan di negri tercinta ini. Kecelakaan memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Namun jika kita sendiri yang memberi ruang tentu ini suatu keteledoran yang nyata. Saya tidak terlalu mempermasalahkan keadaan terminal yang semrawut (tapi kalau bisa lebih diperindah ya sangat lebih bagus) atau tiket yang kurang jelas karena terlalu banyak travel agent. Sungguh lieur melihat...

Hijrahfest

Gambar
Ada ruang kosong di relung hati yang tiba-tiba terisi. Ada sebuah kerinduan yang tiba-tiba terbayarkan. Hingga timbul pertanyaan, kemana saja kau selama ini? Masih ada niat yang kurang lurus, hati yang belum tulus, dan langkah yang agak berat. Namun, semoga selalu diberikan hidayah menuju jalanNya. Mari selalu berproses menjadi lebih baik. Saat memutuskan kesini awalnya agak ragu. Bosen gak ya? (Astaghfirullah😅). Padahal dan pernah ikutan mabit tapi kan itu diselingi tidur, hehe. Crowded banget deh pasti. Jangan-jangan cuma akan tergoda belanjanya doang, secara banyak stand bazar dan mau Lebaran. Antrian penukaran tiketnya ricuh deh pasti. TETAPI, semua keraguan itu sirna. Bagi saya acaranya keren, gak ngebosenin. Penuh tapi ga ricuh. Tetep adem dan ada ruang gerak. Dan ternyata gak terlalu tergoda buat belanja. Saya datang di hari terakhir yaitu Hari Minggu. Langsung ke antrian nukerin tiket online dengan gelang dan ternyata dikasih tas buat kita simpen sepatu. Jadi na...

Mengunjungi Museum Macan

Gambar
Museum Macan. Kece dan instagrammable. Mungkin awalnya dua kata ini yang mewakilkan. Apalagi Museum jenis ini jarang ditemukan di Indonesia. Kita terbiasa dengan Museum yang agak gelap dan kuno bahkan aura zaman dahulunya juga kadang terasa. Setidaknya itu yang kita ingat saat berkunjung di kegiatan study tour, khusunya di bangku Sekolah Dasar. Tak hanya menarik untuk mengambil gambar dengan latar belakang yang astetik. Tetapi karya-karya yang hadir di Museum Macan ternyata penuh pengatahuan dan kreativitas. Karena museum ini termasuk Museum kontemporer, yang arti dari kata kontemporer itu sendiri adalah memiliki sifat kekinian atau modern, sehingga mudah diterima bahkan dipahami masyarakat umum, terutama kaum milenial. Di Bulan April Museum Macan mempersembahkan "Matter and Place", tentang penggunaan material di sebuah karya seni dan cerita dibaliknya. .   Perunggu dan Ter, Karya Theaster Gate mempertanyakan masalah ketimpangan rasial, sosial, da...