Hal yang paling saya ingat dari kawasan Blok M adalah terminal yang berisi kopaja dengan berbagai jurusannya. Kopaja yang Subhanallah penampilannya, wkwkwk. Dulu sering banget pakai Kopaja ke Rumah Matuo di Bintaro.
Tahun ini sudah dua kali menggunakan transportasi laut. Pertama saat ke Pulau Bawean dan yang kedua kemarin berlibur ke Pulau Seribu. Sebagai orang awam yang menggunakan transportasi laut maka timbul banyak pertanyaan dan tentu saja kecemasan. Saya tidak mengira bahwa armada yang akan membawa saya menyebrang ke Pulau Seribu, lebih tepatnya Pulau Harapan adalah jenis transportasi laut seadanya. Terombang-ambing selama 3 jam tanpa jaminan keselamatan penumpang karena fasilitas yang sangat tidak layak membuat dzikir selama perjalanan. Tetapi hal ini memberi saya kesadaran bahwa masih banyak yang harus kita perhatikan di negri tercinta ini. Kecelakaan memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Namun jika kita sendiri yang memberi ruang tentu ini suatu keteledoran yang nyata. Saya tidak terlalu mempermasalahkan keadaan terminal yang semrawut (tapi kalau bisa lebih diperindah ya sangat lebih bagus) atau tiket yang kurang jelas karena terlalu banyak travel agent. Sungguh lieur melihat...
Apakah kamu sedang berada di daerah sekitaran Jakarta Utara? Atau sedang berjalan-jalan di sepanjang Danau Sunter? Nah, saat waktu shalat tiba ayo mampir ke Mesjid nan mirip Taj Mahal. Mesjid Ramlie Musofa yang terletak di seberang Danau Sunter ini berdiri tahun 2016 oleh seorang muallaf bernama Ramli Rasidin. Keunikan yang dimiliki Mesjid ini adalah ada beberapa unsur budaya yang dipadukan, yakni Indonesia, Arab, India, dan Cina. Lihatlah ukiran Surat Al-Qari'ah berikut, menggunakan tiga bahasa, yaitu Arab, Indonesia, dan Cina. Suasana di dalam Mesjid pun tak kalah indahnya. Benar-benar membuat kita adem di tengah panasnya kota Jakarta. Jadi jika sedang berkunjung ke Jakarta bisa menjadikan Mesjid Ramlie Musofa sebagai salah satu wisata religi. Karena banyak juga pengunjung dari luar kota. Salam Fia
Komentar
Posting Komentar