Kenapa passion aja gak cukup?

Passion seringnya dihubungkan dengan pekerjaan. Haruskah pekerjaan sesuai dengan passion? Soalnya percuma mengikuti passion tapi ga bisa menghidupi kamu atau bukan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. 
Coba deh dengerin Podcast 30 days of lunch episode #12 Career101 Love what you do vs Do what you love, Passion & Ikigai. Di awal disebutkan karir itu bukan benar atau salah, tetapi bagaimana kamu bisa menerima konsekuensinya. Karena semua pekerjaan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi bagaimana kamu bisa bertanggung jawab sama pilihan kamu.

Nah dari podcast ini disebutkan konsep Ikigai. Kenapa passion aja gak cukup untuk menjalani karir kamu?

Konsep ikigai memiliki empat element, yaitu passion, mission, profession, dan vocation. 




Jika diambil 2 irisan maka akan seperti berikut: 

  1. Passion. What you love and what you are good at. Kebanyakan orang mengedepankan passion dalam menentukan karir. Tapi jika itu tak bisa menghidupi dan bukan hal yang dibutuhkan masyarakat akan terlihat gak realistis.
  2. Profession. What you are good at and what you can be paid for. Ini hal yang kita butuhkan untuk melanjutkan hidup meski ga nyaman karena gak sesuai passion dan terasa hampa karena tak bermakna untuk orang lain.
  3. Mission. What you love and what the world needs. Disini tak bisa memikirkan materi dan kemampuan diri.
  4. Vocation. What you can be paid for and what the world needs. Ini tujuan benar-benar untuk bekerja. Tapi kita akan merasa hampa dan gak sesuai kemampuan diri.

Nah jadi yang paling baik bagimana? Menyatukan semua keempat element diatas. Maka inilah yang disebut ikigai. Apakah mungkin? Bisa saja mungkin. Jika kamu terus mencoba. Tapi jangan sedih jika tidak bisa. Kamu bisa menerapkan passion pada hobi kamu. Lalu mission pada kegiatan volunteering. Profession dan vocation dalam pengembangan diri dan dunia pekerjaan. Jadi saat kamu ga bisa menemukannya di dunia pekerjaan masih ada hal lain yang bisa kamu lakukan dan bikin kamu gak tertekan. 

Seperti kutipan di buku Sophismata Alanda Kariza berikut: 

“Kalau boleh jujur, aku nggak terlalu percaya passion. Buatku, bikin kue itu semacam rekreasi. Aku takut kalau itu aku jadikan pekerjaan, nanti malah jadi nggak fun. Lagi pula, perkara do what you love itu terlalu utopis. Semua kerjaan, semenyenangkan apa pun, pasti pada satu titik akan melelahkan. Mending cari kerjaan yang aku sedikit suka, tapi sekaligus menantang. Biar aku juga bisa berkembang, ya kan?” 

Nah ada benernya juga kan?

Jadi balik lagi ke pribadi masing-masing. Nyamannya sama yang mana. Kalau bisa nerapin semuanya sih jago banget. Jangan sampai kamu mati-matian ngejar passion tapi gak realistis. Atau jangan juga ngejalanin sesuatu tapi banyak ngeluhnya.

Intinya sih jalani dengan ikhlas dan bersyukur.

Picture: indonesiana.tempo.co

Cheers

Fia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlibur ke Pulau Seribu

Taj Mahalnya Indonesia