Menjelajahi kota Solo
Apa alasan berlibur ke Solo? Ingin
jajan Serabi Notosuman. Hehehe. Oke, tidak sesederhana itu juga. Sebenarnya
penasaran untuk melihat secara langsung orang membatik sekaligus ingin mencoba
membatik. Selain itu, ingin mengunjungi Tumurun Private Museum (namun dengan
dodolnya ketika sampai disana lupa, hufft). Karena ini liburan yang mendadak dan
langsung berangkat dari acara TNT Semarang jadi hanya punya waktu satu setengah
hari untuk berjelajah (dan belum beli tiket pulang, lonnggg weekend lohhhh,
wkkwkw). Tapi Alhamdulillah cukup dan menyenangkan.
Pada saat disana bertepatan dengan
perayaan Imlek. Jadi sepanjang jalan kota terutama sekitar Pasar Gede banyak
dihiasi lampion. Namun, perlu di note jangan ke sini saat perayaan Imlek,
banyak banget yang tutup, entah itu tempat berbelanja, wisata, maupun kuliner,
hiks. Mungkin ini yang menyebabkan cukupnya waktu berjelajah hanya satu
setengah hari, haha.
![]() |
| Suasana Pasar Gede saat Imlek Photo by Aldila |
Hari pertama pagi-pagi nyari sarapan
ke Pasar Gede, cuman tinggal jalan kaki dari penginapan (padahal di Hotel
disediain sarapan, saking semangatnya jalan-jalan jadi ga ngeh, haha). Setelah
sarapan dan berjalan-jalan ternyata melewati gerbang Kampung Wisata Batik
Kauman. Oke, setelah pulang dan mandi (iya pagi-pagi keluar belum mandi, wkwk)
langsung menuju Kampung Wisata Batik Kauman. Ternyata oh ternyata banyak yang
tutup terutama tempat workshop untuk kita melihat dan mencoba membatik, hiks.
Ya sudah, setelah googling ternyata masih ada Wisata Batik lainnya yaitu
Kampung Wisata Batik Laweyan dan Museum Batik Danar Hadi. Tapi nggak langsung
kesana, supaya gak ngabisin waktu muter-muter maka lebih baik mengunjungi tempat
wisata terdekat yaitu Museum Keraton Solo. Dengan biaya masuk Rp. 10.000,- kita
sudah bisa menjelajah Museum ini. Di Museum ini kita bisa mengenal sejarah,
seni, dan tradisi Solo. Karena hari sudah siang dan cuaca cukup panas jadi
memutuskan untuk nyari yang seger-seger. Menurut hasil googling ada Es yang
cukup terkenal yaitu Es Bunuh Diri. Kalau lihat di maps lumayan deket, tapi
karena sudah siang dan sudah jalan kaki dari pagi ternyata lelah juga. Ternyata
dan oh ternyata lagi ketika sampai ditempatnya tutup pemirsaahhh. WKWKWK. Asyem.
Lalu jalan kaki lagi (padahal udah capek) nyari makan siang dan dapetlah yang
kece dan oke tempatnya. Eh ternyata lagi tidak halal, zzzz. Akhirnya memutuskan
ke mall saja, huahahaha.
| Museum Keraton Solo |
Setelah makan siang lanjut ke Museum
Batik Danar Hadi. Museum Batik Danar Hadi merupakan Museum milik pribadi yaitu
H. Santosa Doellah. Museum ini terletak di jalan Slamet Riyadi. Biaya masuk
Museum Danar Hadi adalah Rp 35.000,00 untuk umum dan 15.000,00 untuk pelajar.
Bangunan depan merupakan toko yang menjual berbagai macam batik dan yang sudah
bervariasi menjadi baju, tas, sapu tangan, dan lainnya, sedangkan Museum berada
di bagian belakang. Jika kita kelaparan atau lelah ada Resto yang terletak
disampingnya. Saat berkunjung ke Museum ini ada beberapa peraturan yang harus
dipatuhi, yaitu tidak boleh makan dan minum serta tidak boleh mengambil gambar
kecuali di ruang workshop. Memang agak sulit untuk mendokumentasikan, namun ini
tak menjadikan antusias kami berkurang. Saat mengelilingi Museum akan ditemani
oleh seorang pemandu. Tak terasa kami berkeliling selama ± 30 menit, menjelajahi
11 ruangan. Mendengarkan penjelasan pemandu sambil berkeliling seperti
menjelajah waktu dan tempat. Tidak hanya batik khas Indonesia, namun ada juga
Batik Cina, Jepang, Belanda, dan India. Ternyata ada ratusan jenis batik. Saya tahunya
Megamendung dan familiar dengan batik jenis Parang saja.
Dari sini lanjut ke Museum Dullah. Sempet
muter-muter dan nyasar, tapi ternyata alamat maps merupakan bagian belakang gedung.
Alhasil jalan kaki ke bagian depannya. Dan, seperti biasa, TUTUP. Museum Dullah
merupakan museum pribadi yang berisi koleksi lukisan. Namun, sayang sekali
tutup, sehingga akhirnya kami lanjut ke Serabi Notosuman. Menurut hasil review
Serabi Notosuman yang enak adalah Serabi Notosuman Ny. Lidia. Namun, karena kita
datang terlalu sore alhasil ya tutup. Alhamdulillah masih ada Serabi Notosuman
Ny. Handayani yang buka meski tak sempat melihat langsung mereka memasaknya. Fyi,
ternyata Serabi Notosuman Ny. Handayani buka cabang juga di Bandung, tepatnya
berderetan dengan toko kue Kartika Sari di jalan Kebon Jukut. Jadi kalau
ngidam gak perlu jauh-jauh, hehe.
Setelah menunaikan Shalat Maghrib di
Mesjid Agung inginnya menonton pertunjukan di Sriwedari. Namun ketika sampai
ditempatnya kok gelap dan banyak renovasi. Menghubungi kontak di IG gak
tersambung. Lalu hasil inisiatif Abang transportasi online dibawalah kami ke
pertunjukan Ketoprak, tapi ketika sampai jadwalnya bukan Senin malam. Ya sudah
berakhir makan seafood saja. Sedihnya besoknya dibales oleh pihak Sriwedari dan
ternyata semalam ada pertunjukkan dong, huaaa... geje, Gara-gara Abang Ojol ga sabaran
ini ðŸ˜ðŸ˜ª.
Sekian ke Dramaa Hari pertama. Banyak
yang tutup dan diakhiri dengan Harap-harap cemas nyari tiket pulang karena dah
kehabisan dimana-mana, huaahahahah...
Hari Kedua pagi-pagi sudah siap-siap
menjelajah karena jam 2 siang sudah harus check out pulang. (Alhamdulillah
akhirnya dapet tiket pulang 😊). Destinasi pertama ke Benteng Vastenburg.
Diketawain sama abang ojol karena tempatnya gitu doang, haha, Ya wajarlah
namanya juga turis. Apapun tempat wisata kece gak kece didatangi.
![]() |
| Bentang Vastenburg |
Selanjutnya ke Pasar Klewer beli
oleh-oleh batik. Bisikin lagi ya, buanyak yang tutup pemirsa. Kasih senyum
cantik 😊😊😊. Lalu langsung ke toko oleh-oleh
Orion. Ga ngerti sih khas Solo apa. Taunya hanya Serabi. Berhubung serabi cepet
basi akhirnya beli bolu-bolu gitu di sini.
Karena waktu yang terbatas, lanjut menuju Museum De Tjolomadoe. Ternyata eh ternyata jauh juga yes. Hampir ke pinggiran Solo gitu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar. Museumnya kereeeeen banget. Sebagai pecinta museum kontemporer dan modern (meski kagak paham seni) ini sungguh bagus banget. Jadi dulunya ini merupakan Pabrik Gula milik BUMN. Mesin-mesin raksasa tetap hadir. Keren juga ya zaman dulu dah punya mesin secanggih ini. Infonya ini buatan Jerman. Tidak hanya sebagai tempat wisata, museum ini juga dijadikan tempat konser. Memang bangunannya sangat luas sekali. Selain museum ada juga toko merchandise dan kafe-kafe kece.
![]() |
| Museum De Tjolomadoe Photo by Aldila |
Photo by Aldila
|
Setelah itu kita langsung pulang
menuju realita hidup. Karena banyak yang tutup fix nanti balik lagi kesini. Aamiin.
Cheers
Fia






Komentar
Posting Komentar